Guru Malas Membuat Perangkat Pembelajaran, Apa Solusinya?
GURU MALAS MEMBUAT PERANGKAT PEMBELAJARAN, APA SOLUSINYA?
Perencanaan pembelajaran
merupakan langkah yang sangat penting sebelum guru mengajar. Perencanaan
pembelajaran dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran( RPP). Setiap
guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan
sistematis. Pembelajaran tanpa perencanaan
cenderung mengalami kegagalan karena tidak memiliki acuan apa yang dilakukan
dalam mencapai keberhasilan pembelajaran.
Nyatanya, masih
banyak guru yang enggan membuat RPP. Beberapa
pendidik beranggapan bahwa menyusun RPP tidak penting. Bagi mereka yang penting masuk kelas dan
peserta didik mendapat pembelajaran. Berdasarkan
pengalaman saya, ketika melakukan wawancara dengan beberapa guru, sewaktu melakukan observasi, kebanyakan guru tidak membuat RPP ketika akan
mengajar.
Mengapa Guru
cenderung malas membuat RPP? Guru
menilai membuat RPP setiap hari terlalu ribet sehingga mereka malas mengerjakan.
Hal ini terus berulang dalam jangka waktu lama dan menjadi kebiasaan. Tidak ada
waktu, menurut beberapa guru khususnya guru perempuan yang sudah
memiliki anak (khususnya anak yang masih balita) membuat RPP setiap hari sulit
dilakukan karena mereka harus berkejaran dengan waktu mengajar, dan mengurus
keluarga.
Di samping malas, banyak guru kurang memiliki kemampuan
menyusun RPP. Walaupun tidak menyebutkan
ketidakmampuannya membuat RPP, banyak guru yang sudah sepuh menganggap bahwa membuat
RPP itu susah. Mereka tidak mengerti cara membuatnya, ketika mereka dipaksa
membuat mereka hanya akan mentok pada menyalin RPP hasil unduhan. Mereka
biasanya hanya akan memprint out RPP hasil unduhan dari internet tanpa
dimodifikasi atau disesuaikan dengan kebutuhan muridnya. Apalagi adanya
perubahan-perubahan kurikulum, yang
mempengaruhi perubahan dalam setiap penyususnan RPP. Ada pula guru hingga
membeli RPP, karena mereka berfikir praktis tanpa harus menguras tenaga dan
fikiran untuk mengerjakan perangkat tersebut. Dengan kata lain” Yang Penting
Ada”.
Apa solusi masalah diatas? Pertama harus ada ada dukungan penuh dari Kepala Sekolah untuk pengembangan diri para guru, maka semakin mendorong keinginan para guru untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai pedoman mereka mengajar. Kepala Sekolah senantiasa mendorong para guru untuk menyiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, terutama RPP sebagai pedoman guru dalam mengelola pembelajaran.
Kedua, adanya fasilitas penyewaan gedung untuk Workshop membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Sehingga guru termotivasi untuk membuat RPP, karena tuntutan profesi sebagai guru.
Ketiga, finansial yang mendukung untuk proses
pembuatan RPP yang membangun semangat
guru sebagai pedoman guru dalam pembelajaran sehingga
mereka semakin dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efesien.
Comments
Post a Comment